Cara Cepat Hamil

Makalah Hadits



KATA PENGANTAR

Bismillah Hirrahmannirrahim


Assalamu’alaikum War.Wab.
Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, sehingga atas ridlonya makalah Hadits dapat terselesaikan. Tidak lupa Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang kelak kita nanti-nantikan Syafa’atnya dihari yaumul qiyamah dan beliau juga yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang penuh cahaya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pembimbing mata kuliah Hadits, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari para pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfa’at bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Amin ya rabbal ‘alamin
Wassalamu’alaikum War.Wab.




Jepara, 07 April 2011




DIDIK PURNOMO











DAFTAR ISI



JUDUL ………………………………………………………………………………
KATA PENGANTAR ………………………………………………………............
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………..
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang …………………………………………………………………….
B.Rumusan masalah ………………………………………………………………….
C.Tujuan ……………………………………………………………………………...
BAB II
PEMBAHASAN
A.Definis Akhlaq ……………………………… …………………………………….
B.Ruang Lingkup Akhlaq ……………………………… …………………………..
C.Hadits-hadits Tentang Akhlaq ……………………………………………………...
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan ………………………………………………………………………..
B.Kata Penutup ………………………………………………………………….......
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………...........


















BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dewasa ini sering kita temui tingkah laku atau akhlaq para manusia yang telah berbelok dari ajaran – ajaran keagamaan baik dari Al-qur’an ataupun Al-Hadits, dikarenakan seseorang kurang memahami atau bahkan tidak mengetahui tentang pendidikan akhlaq yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits dan mungkin saja malah belum pernah mengenal tentang apa itu akhlaq atau pendidikan akhlaq sejak masa kecilnya. Sehingga mereka tidak mengetahui betapa pentingnya pendidikan akhlaq bagi kehidupan sehari-hari, karena aklaq digunakan dalam hubungan antar individu dengan individu lain atau antar masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Berkenaan dengan masalah ini, maka dalam kesempatan kali ini penulis bermaksud untuk sedikit membahas tentang pendidikan akhlaq yang bersumber dari beberapa hadits yang shahih, yang bertujuan dalam pembuatan makalah ini adalah tidak lain untuk membantu memahami makna dari pendidikan akhlaq terutama pada materi Al-Hadits. Dan tujuan yang lain adalah agar dapat memahami bentuk-bentuk pendidikan akhlaq dan juga mampu mengembangkan pendidikan akhlaq baik pada diri sendiri ataupun dikembangkan pada golongan awam. Untuk lebih jelasnya mengenai pembahasan materi Al-Hadits ini akan dibahas dalam bab selanjutnya.
B.Rumusan Masalah
1. Bagaimana penjelasan mengenai ruang lingkup akhlaq ?
2. Bagaimana contoh hadits-hadits dalam Pendidikan Akhlaq ?
3. Bagaimana Penjelasan tentang hadits-hadits Pendidikan Akhlaq ?
C.Tujuan
1. Untuk mengetahui penjelasan mengenai ruang lingkup akhlaq
2. Untuk mengetahui contoh hadits-hadits dalam Pendidikan Akhlaq
3. Untuk mengetahui Penjelasan tentang hadits-hadits Pendidikan Akhlaq














BAB II
PEMBAHASAN

A.Definis Akhlaq
a). Pengertian Akhlaq menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah adalah :
Karakter (pembawaan, perangai) dan tabiat. Akhlak sebagaimana dikatakan ahlul ‘ilmi adalah bentuk batin manusia. Karena manusia mempunyai dua bentuk :
1. Bentuk lahir, yaitu bentuk ciptaannya yang Allah menjadikan badan pada bentuk itu. Dan bentuk lahir ini ada yang indah bagus, dan ada yang buruk jelek, dan ada yang di antara itu.
2. Dan bentuk bathin, yaitu keadaan jiwa yang kokoh (tertancap kuat), yang muncul darinya [perbuatan-perbuatan yang bagus atau yang jelek, tanpa butuh kepada pemikiran dan pertimbangan. Bentuk bathin ini juga ada yang bagus, jika yang muncul darinya adalah] akhlak yang bagus, dan ada yang jelek jika yang muncul darinya adalah akhlak yang jelek. Inilah yang disebut dengan akhlak. Jadi akhlak adalah bentuk bathin yang manusia diperangaikan pada bentuk itu.
b). Menurut Al Gazali, kata akhlak sering diidentikkan dengan kata kholqun (bentuk lahiriyah) dan Khuluqun (bentuk batiniyah), jika dikaitkan dengan seseorang yang bagus berupa kholqun dan khulqunnya, maka artinya adalah bagus dari bentuk lahiriah dan rohaniyah. Dari dua istilah tersebut dapat kita pahami, bahwa manusia terdiri dari dua susunan jasmaniyah dan batiniyah. Untuk jasmaniyah manusia sering menggunakan istilah kholqun, sedangkan untuk rohaniyah manusia menggunakan istilah khuluqun. Kedua komponen ini memilih gerakan dan bentuk sendiri-sendiri, ada kalanya bentuk jelek (Qobi’ah) dan adakalanya bentuk baik (jamilah). Akhlak yang baik disebut adab. Kata adab juga digunakan dalam arti etiket, yaitu tata cara sopan santun dalam masyarakat guna memelihara hubungan baik antar mereka.
B.Ruang Lingkup Akhlaq
a).Akhlaq Pribadi
Yang paling dekat dengan seseorang itu adalah dirinya sendiri, maka hendaknya seseorang itu menginsyafi dan menyadari dirinya sendiri, karena hanya dengan insyaf dan sadar kepada diri sendirilah, pangkal kesempurnaan akhlak yang utama, budi yang tinggi. Manusia terdiri dari jasmani dan rohani, disamping itu manusia telah mempunyai fitrah sendiri, dengan semuanya itu manusia mempunyai kelebihan dan dimanapun saja manusia mempunyaiperbuatan.
b).Akhlaq Berkeluarga
Akhlak ini meliputi kewajiban orang tua, anak, dan karib kerabat.
Kewjiban orang tua terhadap anak, dalam islam mengarahkan para orang tua dan pendidik untuk memperhatikan anak-anak secara sempurna, dengan ajaran –ajaran yang bijak, islam telah memerintahkan kepada setiap oarang yang mempunyai tanggung jawab untuk mengarahkan dan mendidik, terutama bapak-bapak dan ibu-ibu untuk memiliki akhlak yang luhur, sikap lemah lembut dan perlakuan kasih sayang. Sehingga anak akan tumbuh secara istiqomah, terdidik untuk berani berdiri sendiri, kemudian merasa bahwa mereka mempunyai hargadiri,kehormatandankemuliaan.
Seorang anak haruslah mencintai kedua orang tuanya karena mereka lebih berhak dari segala manusia lainya untuk engkau cintai, taati dan hormati. Karena keduanya memelihara,mengasuh, dan mendidik,menyekolahkan engkau, mencintai dengan ikhlas agar engkau menjadi seseorang yang baik, berguna dalam masyarakat, berbahagia dunia dan akhirat. Dan coba ketahuilah bahwa saudaramu laki-laki dan permpuan adalah putera ayah dan ibumu yang juga cinta kepada engkau, menolong ayah dan ibumu dalam mendidikmu, mereka gembira bilamana engkau gembira dan membelamu bilamana perlu. Pamanmu, bibimu dan anak-anaknya mereka sayang kepadamu dan ingin agar engkau selamat dan berbahagia, karena mereka mencintai ayah dan ibumu dan menolong keduanya disetiap keperluan.
c).Akhlaq Bermasyarakat
Tetanggamu ikut bersyukur jika orang tuamu bergembira dan ikut susah jika orang tuamu susah, mereka menolong, dan bersama-sama mencari kemanfaatan dan menolak kemudhlorotan, orang tuamu cinta dan hormat pada mereka maka wajib atasmu mengikuti ayah dan ibumu, yaitu cinta dan hormat pada tetangga.
d).Akhlaq Bernegara
Mereka yang sebangsa denganmu adalah warga masyarakat yang berbahasa yang sama denganmu, tidak segan berkorban untuk kemuliaan tanah airmu, engkau hidup bersama mereka dengan nasib dab penanggungan yang sama. Dan ketahuilah bahwa engkau adalah salah seorang dari mereka dan engkau timbul tenggelam bersama mereka.
e).Akhlaq Beragama
Akhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban manusia terhadap tuhannya, karena itulah ruang lingkup akhlak sangat luas mencakup seluruh aspek kehidupan, baik secara vertikal dengan Tuhan, maupun secara horizontal dengan sesama makhluk Tuhan.
C.Hadits-hadits Tentang Akhlaq
Hadits I
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
(أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَاناً أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً)
“Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (Shahih. HR. Abu Dawud 4682 dan At-Tirmidzi 1162, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ 1230, 1232)”
Maka sepantasnya hadits ini selalu berada di hadapan seorang mukmin. Karena manusia jika mengetahui bahwa tidak akan menjadi orang yang sempurna imannya kecuali jika baik akhlaknya, maka itu menjadi pendorong untuk berusaha berakhlak dengan akhlak-akhlak yang baik dan sifat-sifat yang luhur, serta meninggalkan yang jelek dan buruk.

Hadits II

اِيّاَ كُمْ وَالْحَسَدَ فَاِ نَّ الْحَسَدَ يَأْ كُلُ الْحَسَنَا تِ كَمَا تَأْ كُلُ الْنَّا رُالْحَطَبَ) رواه ابو داود(
Artinya : Hindarilah oleh kamu sikap hasud atau dengki karena sifat hasud itu memakan segala amal kebajikan, bagaikan api memakan kau.” (HR Dawud)
Penjelasan Hadits :
Hasud sama artinya dengan sifat dengaki ataupun iri hati, yaitu merasa tidak senang jika orang lain mendapat nikmat. Orang hasud merasa senang melihat orang lain menderita. Orang hasud selalu berusaha untuk menghilangkan kebahagiaan orang lain. Orang yang mempunyai sifat hasud hidupnya tidak tenang. Apabila orang lain mendapat nikmat ia merasa iri, misalnya menuduh temannya mencontek, padahal sudah sepantasnya temannya memperoleh nilai bagus karena rajin belajar.
Hadits III
عَلَيْكُمْ بِا الصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى اِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى اِلى الْجَنَّةِ) روا ه البخا رى و مسلم(
Artinya : “Biasakanlah berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Penjelasan :
Orang yang jujur disenangi oleh banyak teman, dipercaya orang lain, dihormati orang lain, dan dicintai Allah SWT. Marilah kita mencontoh kejujuran Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih remaja bekerja bersama Maisarah memperdagangkan barang dagangan Siti Khadijah.
Ketika Rasulullah SAW berdakwah untuk menyebarkan agama islam, beliau juga mengatakan perkataan yang benar. Beliau mengatakan bahwa menyembah berhala itu perbuatan yang tidak benar, walupun saat itu kebanyakn penduduk Makkah meyakini bahwa menyembah berhala itu benar. Selanjutnya Rasulullah mengatakan bahwa yang benar adalah menyembah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, sementara berhala tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun.
Hadits IV
Sabda Nabi Muhammad SAW :
اِتَّقُوْا الظُّلْمَ ظُلُمَا تِ يَوْمِ الْقِيَا مَةِ ) روا ه مسلم (
Artinya : “Hati-hatilah kamu, jangan sampai berbuat aniaya, karena hal itu menggelapkan kamu kelak di hari kiamat “ (H.R.Muslim)
Penjelasan :
Orang yang menganiaya orang lain disebut zalim, contoh perbuatan zalim dalah Umayyah yang menyiksa budaknya yng bernama Bilal.Padahal Bilal sudah bekerja keras dan bersusah payah melayani dan membantu pekerjaan-pekerjaan majikannya itu. Umayyah begitu tega menyiksanya karena Bilal menyatakan masuk islam.
Bentuk perbuatan zalim yang lain yang sering terjadi pada jaman sekarang adalah merampok, membunuh, dan mengebom gedung yang mengakibatkan banyak korban. Jadi, semua perbuatan yang mengakibatkan orang lain yang tidak bersalah menderita adalah perbuatan zalim atau aniaya.
Hadits V
Nabi Muhammad SAW Bersabda :
لَيْسَ الشَّدِ يْدُ بِا الصَّرْ عَةِ اِنّمَا الشّدِ يدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ )روا ه البخا رى و مسلم (
Artinya : “Bukanlah orang yang kuat itu kuat pukulannya, sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai diri ketika marah”. (H.R. Bukhari Muslim)
Penjelasan :
Marah adalah luapan jiwa yang tidak terkendali karena rasa kesal, tersinggung, dan kecewa ketika melihat tingkah laku orang lain yang tidak menyenangkan hati. Orang yang marah bentuknya bermacam-macam, ada yang cemberut, mata membelalak, raut muka merah padam, berkata kasar dan kotor, merusak barang, memukul bahkan sampi membunuh.
Marah termasuk perbuatan tercela yang harus dijauhi, karena merugikan diri sendiri dan orang lain. Bagi diri sendiri, marah menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung yang menyebabkab kematian dini. Dan bagi orang lain, marah dapat mengganggu kedamaian, ketenteraman, dan ketenangan. Karena itu kendalikan diri ketika hendak marah dengan berwudhu, sehingga menjadi orang yang kuat. .
Hadits VI
عن عبد الله حد ثي أبى سعيدبن منصور قال : حدثنا عيد العزيز ين محمد عن محمد بن عجلا عن القعقاع بن حكم عن أبي صالح عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صا.م : انما بعثت لأ تمم صالح الاخلاق.(رواه احمد (
Artinya : ” Dari Abdullah menceritakan Abi Said bin Mansur berkata : menceritakan Abdul Aziz bin Muhammad dari Muhammad bin ‘Ijlan dari Qo’qo’ bin Hakim dari Abi Shalih dari Abi Hurairoh berkata Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (H.R.Ahmad)”
Berdasarkan hadits tersebut di atas memberikan pengertian tentang pentingnya pendidikan akhlak dalam kehidupan manusia, di mana dengan pendidikan akhlak yang diberikan dan disampaikan kepada manusia tentunya akan menghasilkan orang-orang yang bermoral, laki-laki maupun perempuan, memiliki jiwa yang bersih, kemauan yang keras, cita-cita yang benar dan akhlak yang tinggi, mengetahui arti kewajiban dan pelaksanaannya, menghormati hak-hak manusia, mengetahui perbedaan buruk dan baik, memilih satu fadhilah karena cinta pada fadhilah, menghindari suatu perbuatan yang tercela dan mengingat Tuhan dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan.

























BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Dari Penjelasan dan Hadits-hadits mengenai pendidikan akhlaq tersebut, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa pendidikan akhlaq sangat penting bagi diri sendiri khususnya. Karena sebagai dasar untuk berperilaku terhadap sesama manusia, baik individu atau bermasyarakat. Tujuan dari pendidikan akhlaq ini adalah untuk membentuk pribadi yang baik, artinya baik di dalam (hati / sifat) dan didalam berperilaku.
Ruang lingkup akhlaq adalah meliputi Akhlaq Pribadi, Akhlaq Berkeluarga, Akhlaq Bermasyarakat, Akhlaq Bernegara, Akhlaq Beragama. Apabila kita dapat mewujudkan dari kesemuanya ini pastinya kita akan mempunyai pribadi yang baik dan disenangi oleh orang banyak baik orang yang dekat dengan kita atau dengan orang yang belum kita kenal begitu dekat.
Hadits-hadits tentang pendidikan akhlaq diantaranya adalah hadits menghindari sifat hasud, berlaku jujur, tidak melakukan aniaya, dan menahan amarah. Hadits mengenai pendidikan akhlaq ini dapat kita gunakan sebagai dasar untuk bertingkah laku. Jika kita dapat belajar dari beberapa hadits ini ataupun dapat menerapkan dari hadits-hadits ini tentulah kita mempunyai sikap atau perilaku yang terpuji.

B.Kata Penutup
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pembimbing mata kuliah Hadits sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna.
Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfa’at bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca yang telah sudi dan mau membaca makalah kami ini. Kritik dan saran dari para pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.









DAFTAR PUSTAKA

 http://bimbinganislami.wordpress.com/2010/06/27/pengertian-definisi-akhlak-akhlaq/
 http://sobatbaru.blogspot.com/2010/03/pengertian-akhlak.html
 H.Muchsan, S.Ag. dkk. , Akidah & Akhkak, (Semarang : Yudhistira, 2007).
 Tim Penulis Akidah dan Akhlak, Akidah & Akhlak kelas 4, (Semarang : PT Wahana Dinamika Karya, 2004).
 http://makalah-ibnu.blogspot.com/2011/02/pendidikan-akhlak.html
Makalah Hadits 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.


Posted by : Gadis ~ / Software, Blog Tips and Trik, Tutorial , Internet, Bisnis

Artikel Makalah Hadits diposting oleh Gadis . Terima kasih atas kunjungannya. Kritik dan saran dapat disampaikan via kotak komentar.. Jika diperlukan Artikel ini bisa disebarluaskan melalui blog sobat, hanya mohon sebutkan sumbernya dengan tautan link aktif ke postingan ini. Terima kasih. Happy blogging

1 komentar:

THOIQUS SAMIH mengatakan...

sip nih gan,.,.,
jangan lupa kunjungan disini

Poskan Komentar